Dalam sebuah cerita diriwayatkan pada suatu desa yang amat nyaman, damai dan tentram tinggalah seorang kakek tua yang baik hati dan rajin membantu orang lain. Kakek itu menyakini bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan selalu dibalas dengan kebaikan dari-Nya ntah itu kebaikan didunia maupun berupa surga diakhirat.
beberapa hari kemudian turunlah hujan. penduduk mengira hujan yang terjadi akan seperti hujan yang turun seperti biasanya. namun beberapa saat kemudian air sudah menggenangi lutut. Kepala desa didesa itupun menghimbau agar warganya mengungsi ke desa yang lain. kakek masih yakin bahwa Tuhan akan menghentikan hujan itu. "kakek mari ikut bersama kami mengungsi kedesa lain, kakek hanya sendiri disini, warga yang lain juga sudah pada berangkat". tapi kakek itu menjawab dengan tegas "tidak Tuhan maha baik, Dia akan menolong ku nanti". ahirnya tetangga meninggalkan kakek sendiri.
hujan masih terus mengguyur. air sudah samapai pada bahu orang dewasa. tiba-tiba dari arah depan rumah kakek ada sebuah tim sar penolong menaiki perahu yang mengajak kakek untuk meninggalkan rumahnya. tapi kakek itu masih juga menjawab "aku yakin Tuhan akan menolong, tinggalkanlah aku sendiri disini". tim sar itu-pun kembali mencari penduduk yang tersisa.
beberapa saat kemudian kakek pun naik keatas atap rumahnya, kakek berdiri tegak sambil berharap pertolongan Tuhan akan datang kepadanya. dan tiba-tiba saja datang hilikopter yang mencari sisa penduduk yang masih berada di desa tersebut. helikopter itupun mendtangi kakek dan menulurkan tambang kepadanya agar kakek mau berpegangan dan membawanya keluar dari banjir yang melanda desa itu. tapi kakek masih saja menolok dengan yakin, "aku menunggu keajaiban dari pertolongan Tuhan". karna mereka berpendapat lain serta harus bergerak cepat, merekapun meninggalkan kakek dan mencari sisa korban yang lain. dan kakek itu tenggelam oleh banjir yang menimpa desa tercintanya.
sesampainya disurga, kakek marah pada Tuhanya "wahai Tuhan mengapakah Engakau tak memberikan aku pertolongan sewaktu banjir itu ?", Tuhan menjawab lewat malaikat-Nya "Bukankah Aku telah memberikan tanda-tanda pertolonganku datang, tapi engkau masih saja menolaknya". kakek itu terdiam.
sahabat, Tuhan itu maha pengasih lagi penyayang, pemberi serta penolonga lagi maha perkasa. keperkasaaan-Nya yang melebihi dunia yang kita hnya secuil didalamnya. Kadang kita selalu mengahrapkan bahwa Tuhan pasti akan menolong, tapi kita sendiri tidak peka akan pertolongan Tuhan itu datang. Haruskah Tuhan berteriak kepada kita da bilang "ini Aku Tuhanmua, aku mengirim pertolongan kepadamu?". tentu tidak bukan. Tuhan bukan tanpa rencana mengadakan bencana itu datang. Tuhan bukan tanpa rencana memberikan kita kesusahan. dan Tuhan bukan tanpa rencana memberikan kita kelaparan. Tuhan memberikan semua itu agar kita mau untuk mampu mempunyai bermimpi dan berharapan. lalu ketika kita mempunyai impian dan harapan apakah itu sudah cukup ? tidak sahabat, itu belum selesai. yang harus anda lakukan ialah mewujudkan impian dan harapan anda. Tuhan selalu memberikan kita isyarat dan tanda-tanda agar kita mampu untuk meraihnya, tapi kebanyakan dari kita malah tak menyadari bahwa isyarat dari Tuhan itu datang.
tentu ada mempunyai impian yang belumterwujud bukan ? apakah Tuhan tak memberikan sebuah jalan pada kita lewat tanda-tanda-Nya. coba anda semua merenungi dan mengingat kembali apakah isyarat dari Tuhan itu sudah datang ataukah belum. apakah anda pernah bertemu dengan orang-orang yang sejalan dengan harapan anda. maka jika pernah, itu adalah tanda Tuhan memberikan ridho-Nya jalan untuk mewujudkan impian anda. kita seringkali tak melihat semua itu tanda dan isyarat Tuhan sehingga kita lebih memilih diam dan meununggu.
ketahuilah, aktion itu lebih berarti dari pada sekedar berharap. "Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mau berusa untuk merubahnya". semoga bermanfaat. :)
Saefullah
FPOK UPI
Dalam Tinta Kehidupan Untuk Berbagi Ilmu dan Pengalaman
Semoga Allah menjadikan ini sebagai amal kebaikan yang terus mengalir. Aamiin :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar